“Orang yang terlihat paling sibuk belum tentu yang paling produktif.”
Di banyak kantor, masih ada budaya yang secara tidak sadar mengagungkan “kesibukan”. Orang yang selalu terlihat dikejar deadline, meeting terus, chat nggak pernah berhenti, sering dianggap sebagai karyawan paling berkontribusi.
Padahal kalau dilihat lebih dalam, belum tentu output-nya sebanding.
Sebaliknya, ada juga orang yang kerjanya lebih tenang, nggak terlalu banyak ngomong, jarang ikut meeting yang nggak perlu, tapi hasil kerjanya rapi, tepat waktu, dan minim revisi. Ironisnya, tipe ini kadang justru kurang “terlihat”.
Masalahnya ada di cara kita menilai kerja:
Lebih mudah melihat aktivitas daripada hasil
Lebih cepat menghargai “sibuk” daripada “efektif”
Lebih sering mengukur effort dibanding impact
Akibatnya:
Orang jadi merasa harus terlihat sibuk, bukan benar-benar produktif
Meeting jadi banyak tapi tidak selalu penting
Fokus kerja malah terpecah
Menurutku, kantor yang sehat itu bukan yang paling ramai atau paling hectic, tapi yang paling jelas arah kerjanya dan paling minim “noise”.