Banyak konflik antardivisi muncul akibat miskomunikasi dan informasi yang asimetris terkait performa keuangan perusahaan. Budaya komunikasi dua arah yang sehat, seperti yang diulas oleh penulis, diterapkan oleh FAT dengan menyajikan laporan keuangan yang transparan, mudah dipahami oleh non-keuangan, dan tepat waktu. Ketika tim FAT aktif mendengarkan kendala operasional di lapangan dan menyajikan analisis varians (variance analysis) secara objektif tanpa intensi menyalahkan (blame culture), maka kepercayaan (trust) dari divisi lain akan terbangun. Kepercayaan inilah yang mempercepat proses rekonsiliasi data dan audit internal.