tantangan selanjutnya adalah Kapasitas Daerah & Kelembagaan Lokal
Banyak daerah belum punya tim teknis, SDM, atau infrastruktur digital untuk mengelola data karbon.
Risiko: daerah jadi “penonton” sementara pihak luar lebih dominan.
terakhir yaitu Integritas Pasar Karbon
Harus dicegah adanya double counting (penghitungan ganda atas emisi yang sama).
Kalau sistem nesting tidak solid, kredibilitas karbon Indonesia di mata pasar global bisa jatuh.