Saya juga tertarik dengan ide bahwa “jeda adalah kompetensi hidup yang dapat mengubah cara kita bekerja, merasa, dan menjalani hari-hari”. Ketika kita berhenti sejenak, tubuh dan pikiran kita memiliki kesempatan untuk pulih dan menata ulang. Namun, di dunia yang begitu kompetitif ini, kadang kita merasa bahwa setiap detik yang kita luangkan untuk beristirahat adalah waktu yang hilang. Bagaimana Kak Amilia menyarankan kita untuk mengatasi rasa bersalah atau rasa takut tidak produktif ketika sedang memberi waktu untuk diri sendiri?