Selain itu, saya merasa bahwa banyak orang (termasuk saya sendiri) sering kali kesulitan untuk memberi jeda pada diri. Ada ketakutan bahwa jeda akan menghambat karir atau membuat kita terlihat tidak efisien. Menurut Kak Amilia, apakah ada perbedaan antara jeda yang benar-benar bermanfaat dan jeda yang justru bisa membuat kita semakin terjebak dalam perasaan kosong atau malas? Bagaimana cara memastikan bahwa jeda yang kita ambil tidak justru menjadi pelarian dari tanggung jawab?