Pernahkah Kak Kaspar melihat contoh orang-orang yang terlalu berfokus pada “kegilaan” tersebut hingga akhirnya merugikan diri mereka sendiri atau orang lain di sekitarnya? Mungkin kegilaan itu diperlukan dalam dosis yang tepat, tetapi apakah ada cara untuk menyeimbangkan antara kreativitas yang tak terbatas dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan?