Terima kasih banyak, Kak Amilia, atas tulisan yang sangat hangat dan reflektif ini. Saya merasa tulisan ini seperti pengingat pelan namun dalam tentang sesuatu yang sering luput dari perhatian, yaitu bagaimana cara kita berbicara pada diri sendiri. Selama ini, banyak dari kita—termasuk saya—lebih fokus pada tuntutan hidup, ekspektasi, dan penilaian dari luar, tetapi lupa bahwa suara yang paling sering kita dengar justru berasal dari dalam kepala kita sendiri.