Pertanyaan saya untuk Kak Amilia:
Menurut Kak Amilia, langkah paling realistis apa yang bisa dilakukan seseorang untuk mulai melatih pikiran secara konsisten, terutama ketika ia berada di lingkungan yang masih sering memberi tekanan atau narasi negatif? Selain itu, bagaimana cara membedakan antara pikiran yang realistis dan pikiran yang sebenarnya hanya membatasi diri?