Narasi ini menohok dengan sangat halus. Kisah Ken Kutaragi bukan sekadar cerita sukses produk, tetapi potret getir bagaimana ide besar sering kali justru ditolak dari “rumahnya sendiri”. Saya sebagai pembaca merasakan betul luka psikologis seorang inovator yang bukan hanya berhadapan dengan pasar, tetapi dengan ego dan senioritas internal.