Kedua, skill komunikasi yang “strategis”. Ini beda dengan sekadar bisa ngomong atau nulis. Yang dibutuhkan adalah tahu kapan harus bicara, bagaimana menyampaikan kritik tanpa bikin defensif, dan bagaimana menjelaskan ide supaya orang lain “beli”. Orang yang idenya biasa saja tapi komunikasinya jelas sering lebih didengar daripada yang idenya hebat tapi penyampaiannya berantakan.