Semakin memahami marketing, kita jadi melihat betapa mudahnya perhatian manusia diarahkan. Algoritma media sosial, iklan, branding, influencer, bahkan warna dan kata-kata tertentu dirancang untuk memengaruhi cara kita berpikir dan mengambil keputusan. Dan di titik itu, banyak orang mulai merasa, “Ternyata selama ini aku tidak sebebas yang kukira.”