bnyak orang merasa 24 jam itu tidak cukup. Padahal masalahnya bukan pada jumlah waktu, melainkan cara kita mengelolanya.
Daripada sibuk mencari cara “menambah jam kerja”, lebih baik fokus pada strategi agar waktu yang ada lebih produktif. Kuncinya bukan pada durasi, tapi kualitas. Bekerja 6 jam dengan fokus penuh bisa lebih efektif daripada 10 jam penuh distraksi.
Saya merasa manajemen waktu ini erat kaitannya dengan manajemen energi. Waktu yang sama bisa terasa berbeda tergantung kondisi energi kita. Karena itu, penting mengenali jam produktif pribadi dan menjadwalkan pekerjaan berat di jam tersebut.