Yang menarik, sebenarnya aku melihat dua pendekatan ini bukan sesuatu yang harus dipilih salah satu. Mungkin kita bisa menyesuaikan sesuai fase hidup dan kondisi pribadi. Kadang kita memang butuh kerja keras saat mengejar target tertentu, tapi setelahnya bisa kembali ke ritme yang lebih seimbang. Yang penting, kita sadar kapan harus berhenti dan tahu apa yang sedang kita prioritaskan.