Namun, saya penasaran, bagaimana Kakak melihat peran teknologi atau tools kolaborasi dalam mendukung budaya kerja fleksibel seperti ini? Apakah penggunaan aplikasi atau platform tertentu bisa membantu menjaga komunikasi tetap lancar tanpa harus sering-sering bertemu fisik, terutama di perusahaan yang mulai menerapkan kerja hybrid atau remote?