Kisah dari Pati juga menggarisbawahi satu hal penting: bahwa kebijakan fiskal tidak bisa dilepaskan dari konteks sosial-politik lokal. Kenaikan PBB hingga 250% memang tampak mencolok, dan reaksi publik sangat wajar. Ini menjadi pengingat bahwa pendekatan teknokratis dalam perpajakan harus selalu diimbangi dengan pendekatan sosial dan partisipatif. Saya rasa, kapasitas komunikasi fiskal para pemangku kebijakan daerah masih perlu diperkuat.