Saya juga tertarik dengan komitmen untuk mencapai neraca fiskal seimbang pada 2027–2028. Secara teoritis, ini tentu bagus, tetapi dalam praktiknya akan sangat bergantung pada ketepatan asumsi makro dan disiplin fiskal. Dengan beban belanja sosial yang meningkat (seperti program makan gratis dan transisi energi), apakah Kak Lia melihat ada risiko “pengorbanan” belanja produktif lainnya? Atau mungkinkah pemerintah akan mengandalkan pembiayaan kreatif lain seperti green bonds dan instrumen fiskal hijau lainnya?