Saya setuju dengan pendapat Kak Amilia tentang pentingnya menyeimbangkan target bisnis dengan kesejahteraan karyawan. Jika perusahaan terus memaksakan angka-angka tanpa memperhatikan kondisi mental karyawan, pada akhirnya hasilnya tidak akan seoptimal yang diharapkan. Bahkan bisa saja perusahaan yang tidak peduli dengan kesejahteraan karyawannya malah kehilangan karyawan-karyawan terbaiknya, yang pada akhirnya akan berdampak pada perusahaan itu sendiri.