Terima kasih kak albert atas pertanyaannya yang sangat kritis.
Memang sangat subjektif dan tidak bisa hanya diukur dengan angka seperti KPI, tetapi menurut pendapat saya cara mengukur kesehatan mental untuk karyawan bisa dilakukan dengan cara:
1. Mengisi Kuisioner – Menggunakan alat ukur yang sudah divalidasi secara global, misalnya
Maslach Burnout Inventory (MBI) → mengukur burnout. Alat ini memberikan gambaran tren, meski bukan diagnosis.
2. Survey – Daripada survei panjang setahun sekali, lakukan survei singkat (3–5 pertanyaan) tiap 1–2 bulan. Misalnya dengan pertanyaan yang biasanya releven dengan keadaan karywan
3. Kotak Suara Digital – Beri ruang aman bagi karyawan untuk bicara tanpa takut stigma. Misalnya aplikasi feedback anonim atau konseling daring yang terjaga kerahasiaannya.
Angka memang membantu sebagai baseline, tapi yang terpenting adalah menciptakan ekosistem aman untuk bicara soal kesehatan mental.