Menurut saya, di sinilah peran leadership dan budaya organisasi sangat menentukan. Jika pemimpin bisa mengenali kontribusi nyata dan menciptakan sistem apresiasi yang adil dan transparan, maka ruang untuk pencitraan berlebihan bisa ditekan. Sebaliknya, jika atasan hanya menilai berdasarkan siapa yang paling vokal atau sering muncul, maka pencari muka akan terus mendapat panggung.