Saya juga penasaran, Kak Lia—bagaimana cara kita (sebagai rekan kerja) menghadapi tipe karyawan seperti ini, tanpa menimbulkan konflik terbuka? Apakah ada pendekatan tertentu yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tim, sekaligus tetap profesional dalam bersikap terhadap mereka?