Poin soal teknologi juga menarik. Benar banget, automation bisa bantu efisiensi, tapi kalau data awalnya salah, hasil akhirnya tetap keliru. Jadi HR tetap perlu punya “mata tajam” untuk validasi. Di sini justru makin kelihatan bahwa teknologi bukan pengganti, tapi partner kerja yang harus dikelola dengan bijak.