Nah, saya ingin bertanya pada Kak Lia: bagaimana caranya menjaga semangat untuk tetap membantu dan mengangkat orang lain di tengah tekanan kerja yang tinggi dan budaya kerja yang kadang kompetitif? Apakah Kakak pernah mengalami dilema antara fokus pada performa sendiri atau membuka jalan bagi orang lain, dan bagaimana cara Kakak menyikapi situasi tersebut?