Pertama-tama, metode Do-Do tentu memerlukan anggaran operasional yang lebih tinggi dibanding strategi digital. Biaya transportasi, insentif tenaga lapangan, bahkan potensi biaya keamanan di tengah gejolak sosial bisa menjadi variabel yang fluktuatif. Dalam kondisi jalanan yang tidak kondusif, keterlambatan atau perubahan rute mendadak bisa menyebabkan inefisiensi biaya logistik. Dari perspektif akuntansi manajerial, hal ini perlu dihitung secara cermat agar tidak terjadi pemborosan yang tidak berdampak langsung pada peningkatan revenue.