Terakhir, Kak Amilia, di tengah berbagai tantangan ini, apakah Kakak masih percaya bahwa demo, baik yang besar maupun yang kecil, masih memiliki kekuatan untuk mengubah kebijakan atau bahkan struktur kekuasaan di Indonesia saat ini? Atau apakah, seperti yang beberapa orang pikirkan, kita sudah terlalu lelah dan lebih memilih untuk diam, meskipun itu bukanlah solusi yang ideal?