Saya terkesan dengan cara Kakak menyampaikan kontras antara potensi besar dan tantangan yang kita hadapi. Misalnya, Indonesia sebagai produsen nikel terbesar tapi belum banyak yang mampu membeli mobil listrik—itu menunjukkan betapa jauhnya jurang antara produksi dan akses bagi rakyat. Ini seolah menjadi cermin bahwa pembangunan kita masih belum benar-benar inklusif.