Namun, ada satu hal yang saya ingin tanyakan lebih lanjut. Di dunia kerja yang serba cepat dan penuh tekanan, bagaimana caranya agar seorang pemimpin bisa tetap rendah hati tanpa merasa kehilangan otoritas? Banyak orang yang merasa bahwa jika mereka terlalu terbuka atau mengakui ketidaktahuan, itu bisa menurunkan wibawa mereka di mata tim. Mereka khawatir jika terlalu sering mengatakan “saya tidak tahu” atau “saya salah”, maka tim akan mulai meragukan kemampuan mereka. Menurut Kak Lia, bagaimana caranya seorang pemimpin bisa tetap menjaga keseimbangan antara kerendahan hati dan kewibawaan yang dibutuhkan dalam situasi tertentu?