Selain itu, menurut pengalaman Kak Lia, apakah ada perbedaan antara menemukan “kenapa” dalam konteks pekerjaan dan dalam kehidupan pribadi? Kadang aku merasa, pekerjaan dan kehidupan pribadi itu seperti dua dunia yang terpisah, meskipun sebenarnya kita menghadapinya dengan satu diri yang sama. Sehingga kadang aku kesulitan untuk menemukan satu alasan yang bisa berlaku untuk keduanya. Mungkin Kak Lia punya perspektif yang bisa membantu?