Menarik sekali bahasannya! Dari narasi tersebut, karma memang bukan sekadar mitos, tapi sebuah konsep hukum sebab-akibat universal yang bekerja pada tingkat pikiran, ucapan, dan tindakan kita. Ini bukan soal balas dendam, melainkan pantulan energi.
Menurut saya, hukum karma itu ada, tapi bisa dilihat dari berbagai lensa: bisa sebagai hukum alam (kausalitas), prinsip psikologis (kebiasaan), atau konsep religius/budaya. Semua kembali ke interpretasi masing-masing.
Untuk pertanyaan mengapa orang baik menderita, narasi menjelaskan bahwa bisa jadi itu buah dari karma lama yang baru matang, atau kita tidak melihat keseluruhan perjalanan karma mereka. Karma itu butuh waktu, seperti benih yang tumbuh.