Melanjutkan diskusi yang sudah ada, poin penting yang saya tangkap adalah perbedaan antara karma dan takdir.
Karma bukanlah takdir mutlak; narasi menegaskan bahwa kita punya kebebasan memilih dan bisa menanam benih karma baru untuk mengubah arah hidup. Jadi, keduanya jelas berbeda. Karma lebih dinamis, sedangkan takdir sering diartikan sebagai sesuatu yang sudah pasti.
Mengenai perbuatan netral, sepertinya sulit ada perbuatan yang benar-benar netral dalam konteks karma, karena setiap pikiran, ucapan, dan tindakan kita meninggalkan jejak. Niat di balik perbuatan pun turut menentukan kualitas karmanya.
Apakah adil? Mungkin kita kesulitan melihat keadilannya karena tidak tahu “timing” dan akumulasi karma seseorang secara keseluruhan. Tapi esensinya, karma mengajarkan kita tanggung jawab penuh atas apa yang kita tanam, dan itu adalah keadilan dalam bentuknya sendiri.