Salah satu poin menarik yang Kak Lia angkat adalah bonus demografi India yang saat ini menjadi kekuatan besar, dan di sisi lain, tantangan populasi menua di Jepang. Namun, saya penasaran—apakah Jepang juga menerapkan mekanisme khusus dalam menyeleksi pekerja India dari sisi kultural, bahasa, atau integrasi sosial? Mengingat bahwa tantangan sosial dan budaya sering kali menjadi penghambat utama dalam program migrasi tenaga kerja lintas negara, terutama di negara seperti Jepang yang dikenal sangat homogen secara budaya.