Terima kasih atas lanjutan analisanya, Kak Lia. Poin terkait kualitas SDM India dan persepsi sosial di Jepang sangat menarik, terutama karena membuka dimensi baru dari kerja sama bilateral ini. Saya setuju bahwa faktor pendidikan dan penguasaan bahasa Inggris memang menjadi nilai tambah signifikan bagi tenaga kerja India, khususnya di bidang profesional seperti IT dan kesehatan. Ini jelas membedakan pendekatan Jepang dalam memilih mitra, yang tidak sekadar kuantitas tenaga kerja, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan kompatibilitas.