Selain itu, Kak Lia menyebutkan bahwa tantangan seperti bahasa dan budaya kerja tetap harus diatasi. Saya membayangkan bahwa perbedaan gaya komunikasi, etika kerja, dan struktur organisasi antara India dan Jepang bisa menimbulkan gesekan, meskipun kedua belah pihak sudah menunjukkan kesiapan. Apakah menurut Kak Lia, program pelatihan lintas budaya (cross-cultural training) atau inkubasi adaptasi menjadi bagian dari kebijakan resmi Jepang dalam hal ini?