Betul sekali. Yang kamu tulis sudah merangkum realitas kita: ruang diskusi yang ideal di Indonesia masih terbatas, sehingga jalanan sering jadi “ruang publik” paling nyata untuk menyuarakan aspirasi.
menyuarakan aspirasi di jalanan masih terasa relevan, tapi kesadaran, literasi, dan kewaspadaan kita harus lebih kuat. Karena ujung dari semua ini bukan hanya soal protes, tapi bagaimana menjaga agar suara rakyat tetap murni demi perubahan Indonesia yang lebih baik.