Selain itu, mengenai ketergantungan berlebihan pada AI yang Kakak sebutkan, apakah Kak Amilia melihat bahwa AI bisa memiliki peran positif dalam pendidikan dan pengembangan intelektual anak-anak jika digunakan dengan bijak? Misalnya, apakah ada cara agar teknologi seperti chatbot atau aplikasi AI lainnya bisa mendorong pemikiran kritis dan kreatif pada anak, tanpa membuat mereka terlalu bergantung pada teknologi tersebut?