Wah, pertanyaannya menarik banget, Kak Amilia!
Kalau aku pribadi, awalnya mungkin lebih banyak mengandalkan bakat alami. Tapi seiring waktu, aku sadar kalau bakat aja nggak cukup — apalagi ketika tantangan makin kompleks. Justru di situ aku mulai melihat pentingnya latihan terus-menerus dan kerja keras.
Rasanya, perkembangan terbesar justru datang saat aku keluar dari zona nyaman dan konsisten belajar hal-hal baru. Jadi sekarang aku lebih percaya bahwa kemampuan itu bisa dibentuk, bukan cuma ditentukan sejak awal.
Kalau Kak Amilia sendiri, gimana cara Kakak menjaga semangat untuk terus belajar dan berkembang meskipun kadang hasilnya belum langsung kelihatan?