Terima kasih untuk analogi cangkir yang sangat menyentuh dan membuka wawasan. Saat membaca tulisan Kakak, aku benar-benar merasa seperti sedang diajak bercermin – bukan hanya pada respons saat masalah datang, tapi juga pada kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar membentuk “isi cangkir” diri kita.