Membaca tulisan Kak Lia, aku jadi sadar bahwa reaksi kita saat “ditabrak kehidupan” adalah cerminan dari isi batin yang sebenarnya. Sama seperti cangkir tadi — yang tumpah itu bukan karena tabrakannya saja, tapi karena memang itulah isinya. Dalam konteks ini, penting banget untuk mulai memperhatikan apa yang setiap hari kita konsumsi secara mental dan emosional.