Melanjutkan dari poin sebelumnya, aku baru-baru ini mencoba melakukan semacam ‘puasa’ sederhana dari media sosial di akhir pekan. Bagaimana perasaanku ketika mencoba menahan diri dari hal-hal yang memberi kesenangan cepat?
Awalnya sungguh berat, K’Amilia. Ada kecemasan dan kebosanan yang muncul. Rasanya seperti ada bagian otak yang “berteriak” meminta notifikasi atau scroll tanpa tujuan. Ini seperti bukti nyata bagaimana otak sudah terbiasa dengan “dopamine hit” yang mudah itu. Namun, setelah melewati satu jam pertama, kebosanan itu justru memaksa aku untuk melakukan sesuatu yang lebih bermakna. Aku mulai mencuci piring sambil mendengarkan podcast dan tiba-tiba menyelesaikan semua cucian piring dengan puas.
Sensasi puasnya jauh lebih stabil dan tahan lama dibandingkan rasa senang kilat saat dapat like. Ini membuktikan kalau dopamine sehat muncul setelah usaha, bukan sebelum atau tanpa usaha.