Saya juga merasa bahwa konten pendek dan social commerce benar-benar semakin mendominasi, apalagi dengan kemunculan platform seperti TikTok dan Instagram yang memungkinkan konsumen untuk langsung melakukan pembelian. Tapi, satu hal yang menarik bagi saya adalah tentang “authenticity” dan User Generated Content (UGC). Menurut Kak Lia, apakah kita bisa benar-benar memastikan bahwa semua UGC yang dihasilkan konsumen benar-benar mencerminkan keaslian dan bukan sekadar tren yang terkesan dipaksakan? Bagaimana cara brand memastikan bahwa pesan yang disampaikan tetap otentik tanpa terasa seperti ‘over-marketing’?