Ketika kita berhenti sejenak, bernapas, dan memberi ruang bagi diri sendiri, kita belajar membedakan mana yang penting dan mana yang hanya bising.
Lucunya, justru dengan “melambat”, kita menemukan ritme hidup yang lebih utuh,,,selaras antara tubuh, pikiran, dan jiwa.
Di titik itulah, kita tidak lagi hidup dalam mode “bertahan”, tapi benar-benar “hadir”.