Menurutku, tren konvergensi antara dunia digital dan fisik ini justru akan menjadi arah jangka panjang marketing experience, bukan sekadar tren sesaat. Teknologi seperti AR/VR, QR interaktif, atau gamifikasi belanja akan terus berkembang seiring meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap pengalaman yang imersif dan personal.
Tapi memang ada batasannya terutama pada biaya implementasi, kesiapan infrastruktur, dan relevansi konteks. Tidak semua brand perlu langsung pakai AR/VR; yang penting adalah memastikan teknologi itu benar-benar menambah value bagi pengalaman pelanggan, bukan sekadar “gimmick digital”.
Jadi arahnya bukan menggantikan pengalaman nyata, tapi memperkaya dan memperluasnya.
Kalau menurut Albert sendiri, apakah teknologi semacam ini sudah mulai diadopsi di brand atau industri tempat kamu bekerja?