Namun, aku penasaran dengan satu hal, Kak Amilia. Menurut Kakak, bagaimana cara membedakan antara “tanda semesta” dan “kemalasan diri sendiri”? Kadang seseorang (termasuk aku) merasa gagal dan langsung berpikir “mungkin bukan jalanku”, padahal mungkin saja kita menyerah terlalu cepat. Di titik ini, sulit sekali menilai apakah semesta sedang memberi sinyal untuk berhenti, atau justru sedang menguji keteguhan kita untuk bertahan.