Selain itu, aku juga tertarik dengan gagasan Kakak tentang menyusun βrencana baruβ. Dalam praktiknya, sering kali sulit menerima bahwa mimpi lama sudah tidak relevan dengan diri kita sekarang. Ada semacam rasa kehilangan atau bahkan rasa bersalah. Bagaimana, menurut Kakak, cara terbaik untuk berdamai dengan versi lama dari diri kita tanpa merasa mengkhianati impian yang dulu begitu kita perjuangkan?