Pertama-tama, saya penasaran dengan bagaimana AI dapat membantu kita memahami perilaku konsumen dengan lebih baik. Apakah Kak Amilia melihat ada potensi dalam AI untuk memprediksi tren emosional atau kebutuhan yang mungkin belum tampak di permukaan? Saya rasa salah satu tantangan dalam pemasaran adalah kemampuan untuk merespons pergeseran minat dan ekspektasi konsumen yang bisa sangat cepat berubah. AI dapat memberikan data yang sangat berharga, tetapi sejauh mana AI dapat membantu memahami ‘subtleties’ atau nuansa emosi manusia yang kadang sulit ditangkap oleh algoritma?