Salah satu pertanyaan yang selalu ada dalam pikiran saya adalah, apakah AI bisa menggantikan kreativitas manusia dalam menciptakan ide-ide besar atau “out-of-the-box”? Dalam beberapa hal, saya merasa bahwa meskipun AI sangat hebat dalam menyusun konten yang terstruktur dan sesuai dengan pola yang ada, kreativitas manusia cenderung lebih berani untuk mengambil risiko dan berpikir di luar batas. Apakah Kak Amilia melihat adanya ruang untuk kolaborasi yang lebih erat antara kreativitas manusia dan kekuatan prediktif AI dalam menciptakan ide yang benar-benar inovatif? Bagaimana proses kolaborasi ini sebaiknya diatur agar hasilnya tetap memiliki nilai emosional yang tinggi?