Namun yang paling kuat buatku adalah saat kakak menuliskan bahwa “tempat pulang bisa kita ciptakan sendiri.” Kalimat itu seperti mengembalikan harapan, terutama bagi mereka yang hidup tanpa sandaran. Bahwa meskipun tidak ada orang yang benar-benar menjadi rumah, kita selalu punya kesempatan membangun rumah dalam diri sendiri, perlahan dan penuh kasih.