Kak Amilia, tulisan Kakak ini terasa sangat dekat dengan kenyataan yang dialami banyak orang, termasuk saya. Saat membaca setiap bagiannya, rasanya seperti melihat cermin yang memantulkan sisi diri yang jarang saya akui. Ada sesuatu yang menenangkan sekaligus menyentil dari cara Kakak menggambarkan “normal baru” ini—normal yang tidak benar-benar normal, tapi lama-lama jadi hal yang diterima begitu saja.