Kalau boleh saya bertanya, Kak—menurut Kakak, apa langkah pertama yang bisa dilakukan oleh seseorang yang sudah terlalu lama “tersenyum sambil berantakan di dalam” tapi bingung bagaimana memulai untuk jujur dengan diri sendiri? Dan bagaimana cara membedakan antara “bertahan” dan “memaksa diri” agar tidak terjebak dalam kelelahan yang tak disadari?