K’Amelia, bagian tentang “capek jadi orang kuat” itu nyata banget. Kita sering lupa bahwa di balik peran sebagai problem solver atau motivator, kita juga butuh didengar. Ini terkait erat dengan kurangnya ruang untuk “hancur” di dunia yang hanya mau versi terbaik kitaβseperti di grup WA gereja atau diskusi kepemimpinan. Saya renungkan, ini mirip perjuangan kita dalam karir panjang, di mana autentisitas justru kunci untuk tim adaptif. Terima kasih, k’AmeLia, atas tulisan yang pelan-pelan ajak kita akui batas diri. Ini pengingat bahwa proses berantakan adalah bagian dari growth mindset yang kita tekuni.