Tulisan ini benar-benar menggambarkan realitas yang sering kita alami, k’Amelia. Di era di mana stabilitas emosi jadi tuntutan utama, banyak orang seperti kita yang tersenyum di luar sambil menahan badai di dalam. Ini bukan kelemahan, tapi bentuk ketahanan yang butuh diakui. Saya suka bagaimana Anda soroti bahwa diam sering jadi pilihan aman, tapi justru membuat luka mengendap. Sebagai pemimpin yang fokus pada mindset growth, ini mengingatkan saya betapa pentingnya menciptakan ruang aman untuk berbagiβdi kantor atau komunitas seperti Mekari. Terima kasih atas pengingatnya, Lia; ini bikin saya renungkan ulang bagaimana kita bisa lebih jujur tanpa